Arsip Kategori: Tips n Trik

Membuat Daftar Isi

Membuat Daftar Isi

Deadline tesis.. tinggal menghitung hari.. kaya dikejar dikejar rasanya, Dosen pembimbing pun sudah oke tinggal nunggu ACC dan ngurus pendaftaran sidang.. Namun, Saya kaget ketika salah satu syarat daftar sidang adalah sudah harus menyerahkan 4 hardcopy tesis untuk dibawa pas maju sidang.. Walah, berarti semua harus sudah ready sekarang.. berbeda dengan skripsi dulu..  kalau skripsi yang penting daftar sidang dulu.. softcopy hanya dibawa pas sidang jadi persiapan bisa sambil jalan. Kalau tesis Alamakkkkkk…. alhasil kalang kabut ngerapiin tulisannya.. semua BAB sudah ready BAB 1 – BAB 5 sudah selesai hanya saja masih gaya okem khas penulis novel..wkwkwkwk… jadi mulai sibuk deh ngerapiin tulisan, insert page numbers, ngatur paragraf, buat daftar isi, daftar gambar juga daftar tabel.. Dan mulai merasa bodoh di saat kebingungan bikin daftar isi…hehehe… hal – hal kecil yang kadang diabaikan justru malah bikin ruwet… kenapa jadi bingung sendiri bikin daftar isi, jadi lupa cara bikin titik – titik di daftar isi dengan otomatis bisa hasilnya konsisten.. akhirnya coba – coba, tanya – tanya temen sampai meditasi dan ga ada hasil ( agak Lebay … :p ) akhirnya Mba Google juga yang berjasa.. jadi gini nih share aja ya mungkin ada yang bernasib sama… hehehe

1. Klik Tabs pada menu format

Read the rest of this entry

Blender

Blender

Kepikiran pengen belajar edit edit foto, pengen memperdalam Photoshop gt.. eh, malah jadi tertarik sama Blender.. software Animasi. Seru juga kalo bisa bikin animasi 3D, awalnya aku hanya membaca salah satu artikel mengenai pembuatan animasi 3D, dan dia menggunakan blender sebagai softwarenya.. meskipun software ini free namun kualitas dan hasil nya tidak ga kalah sama software berbayar. Akhirnya aku download di website resmi nya di blender.org. selesai menginstall agak bingung juga dengan tampilan awalnya, akhirnya aku tanya tanya sama mbah google.. dapet tutorial yang sangat mudah untuk diikuti. dari perkenalan menu – menu nya, membuat annimasi keramik dan membuat boneka salju beserta pohon – pohonnya.. seru juga nih untuk mengisi waktu luang bisa juga yang mau jadi Animator profesional..

dan berikut hasil latihan ku.. ^ ^

berikut video tutorialnya, sangat mudah untuk diikuti.. silahkan mencoba….

Mengecoh Virus Autorun.inf

Mengecoh Virus Autorun.inf

Apakah flasdisk kamu pernah terjangkit autorun.inf?? autorun.inf adalah Autorun atau autoplay merupakan fasilitas di sistem operasi yang berfungsi menjalankan file secara otomatis ketika media seperti CD-ROM, DVD-ROM, Flash disk dan lainnya di masukkan/pasang di komputer. Sehingga ketika berbagai media tersebut dimasukkan, tanpa kita menjalankan apapun, ada program yang akan otomatis berjalan sendiri. Sedangkan file Autorun.inf sendiri merupakan file yang berisi instruksi tertentu, tentang apa yang otomatis dijalankan ketika media seperti flashdisk/CD dimasukkan ke komputer. Instruksi ini dapat berupa perintah untuk menjalankan file exe.

lalu bagaimana caranya mengecoh Autorun.inf??

1. Buat folder dengan nama autorun.inf karena jika dalam flashdisk kita sudah ada folder ini maka autorun.inf tidak bisa dibuat namun cara ini masih kurang ampuh jika sang pembuat virus lihai maka lanjut ke langkah ke dua

2. Sisipkan file dengan nama unik ke dalam folder autorun.inf tersebut

a. Buka notepad dan biarkan kosong lalu save as dengan nama seperti  gambar dibawah ini

virustutorial

dengan menambahkan file Unicode didalamnya. Cara ini malah bisa membuat virus error atau menutup jika programmernya tidak mengatasi dengan baik dan akan mengalami kegagalan saat dia berusaha menghapus file-file di dalamnya.

3. Agar tak bisa di hapus oleh virus atau teman anda maka Downloadlah file makesuperdir.vbs.zip Un-zip lah file tersebut, dan jalankan file “makesuperdir.vbs” yang ada di dalamnya lalu isi drive mana yang akan diproteksi. Program makesuperdir.vbs ini adalah program sederhana yang akan membuat sebuah folder yang ‘tak terhapuskan’ di dalam folder autorun.inf di root directory.

selsesai deh.. Falshdisk kamu pun bakal aman dari autorun.inf

Migrasi Dari Joomla 1.0 ke 1.5

Migrasi Dari Joomla 1.0 ke 1.5

Waduh.. Sudah terlanjur menggunakan CMS joomla 1.0 sedangkan sekarang sudah ada joomla 1.5 yang menawarkan security yang lebih terjamin dan juga tentunya modul serta component yang lebih menjanjikan. Eits.. jangan pusing dulu sekarang tidak sulit untuk migrasi dari joomla 1.0 ke joomla 1.5 Langkah pertama download dulu component migrator yang sudah tersedia di BLOG ini di dalam menu download >> joomla.Setelah kamu berhasil mendownload componentnya langkah selanjutnya adalah :

1. Backup

yg penting dan yg pertama, backup semua files & database website lama. Jadi kalo ada apa2 tinggal restore aja.

2. Install migrator component

Component ini berguna untuk membuat migration script dari website lama. Script ini akan digunakan pada saat instalasi Joomla 1.5. Setelah download install component ini di website lama.

3. Membuat Migration script

dari backend, masuk ke component migrator dan klik ‘Create Migration SQL file’ kemudian download file migration script-nya. Perlu diingat bahwa secara default script ini hanya akan melakukan migrasi core website yang lama seperti content, menu, serta extensions core. Jika anda menginstall berbagai macam extensions, carilah informasi telebih dahulu apakah component tersebut menyediakan migration script ato nggak. Kalo nggak ada, berarti harus manual.

4. Fresh install Joomla 1.5

Lakukan instalasi baru, saran saya install di folder terpisah misal domainanda.com/newsite, gunakan database ygn terpisah pula jika memungkinkan. Pada saat instalasi step 6:Configuration, pilih ‘Load Migration Script’, isikan table preffix jika beda, janga lupa centang ‘This script is a Joomla! 1.0 migration script’. Setelah itu hapus folder installation seperti biasa.

Dari sini, website sudah berhasil kita migrasikan ke Joomla 1.5, tapi ini baru separuh jalan karena kita harus menginstall componen2 yang kompatibel dengan 1.5. Berikut langkah2-nya:

1. Cari informasi apakah template, component, module dan plugin yang kita gunakan bisa digunakan di 1.5. Kalo tidak, coba saja install yg versi lama dan aktifkan plugin system – legacy di 1.5, sapa tau masih bisa berjalan. Untuk template, jika memang template tersebut tidak kompatibel dengan 1.5, ya terpaksa kita ganti template baru atau merubah template lama supaya kompatible dengan 1.5. Nggak telalu susah sih, ntar kalo ada waktu kita bahas lebih detail cara merubah template 1.0 menjadi template 1.5 :D

2. Untuk melakukan migrasi data2 component, kita bisa lakukan melalui phpmyadmin. Cek telebih dahulu apakah tabel2 serta field2 yang digunakan component versi baru dan component versi lama masih sama. Jika ya, cukup men-dump tabel2 component dari website lama ke website baru. Kalo tidak sama, ya harus cari perbedaan-nya :D , gunakan utility seperti WinMerge

Alternatif lain adalah dengan membut custom migration script sendiri utk component yang tidak memiliki migration script. Tidak terlalu sulit asal sedikit mengerti PHP. informasi detail ada di
blog.joomlatools.org