
Angkutan Umum
Waktu lagi baca kaskus ada satu theard yang bikin aku seneng banget yaitu thread yang berjudul Pemerintah Akan Ambil Alih angkutan Umum kira – kira gini isinya Pemprov DKI Jakarta akan ambil alih angkutan umum agar sarana transportasi lebih manusiawi. Sistemnya akan menyamai busway, sehingga sistem setoran akan dihapus. Jadi sistemnya akan menyamai busway, supir angkot akan diberikan gaji atau kompensasi berdasarkan kilometer yang ditempuh bukan berbasis setoran Hal tersebut dianggap dapat mengurangi kemacetan karena sopir angkutan tidak lagi perlu mengejar setoran seperti saat ini yang menyebabkan banyak angkutan “ngetem” atau menunggu penumpang disembarang tempat. Tapi aku harus kembali kecewa bahwa usulan ini ditolak “Namun usulan ini ditolak Pemprov. Alasannya, tidak tersedia anggarannya,” kata Ketua Organda, Herry Rotty, di Jakarta, Kamis (30/4).
Sementara anggota Dewan Transportasi Kota (DTK) Jakarta, Rudy Thehamihardja, mengatakan, cara itu dapat mengurangi kemacetan yang sekarang melanda Jakarta. “Ini akan membuat sistem transportasi akan lebih teratur,” ujarnya. (betul itu!! SETUJU!!)
Namun Sektretaris Komisi B Bidang Perekonomian DPRD DKI Jakarta, Nurmansjah Lubis, menolak usulan Organda tersebut, karena dianggap bukan solusi. (ga pernah ngerasain naik angkot si!!)
(sumber : antaranews)
Memang si semua ada untung ruginya tapi Huh.. padahal jika saja saran ini disetujui kami para penumpang pasti akan merasa senang sekali.. setiap pagi sudah terbayang ketidaknyamanan menaiki angkutan umum. Supir yang ugal – ugalan dan tidak memperhatikan keselamatan penumpang. Bisa dipastikan 9 dari 10 supir angkutan ugal – ugalan dalam mengendarai angkutannya. Setiap hari dan sudah ratusan kali aku menaiki angkutan umum untuk beraktivitas mulai dari SMP sampai kini kuliah dan selama ini aku semakin merasa ketidaknyamaan selama perjalanan dan semakin parah dari hari ke hari. Para supir hanya memikirkan uang setoran yang harus dibayarkan setiap harinya dan sudah puluhan kali aku melihat sendiri kecelakan yang di akibatkan oleh supir yang ngebut dan lalai.
Di antaranya seorang perempuan malang yang duduk di ujung dekat pintu terpental keluar dan pingsan dari angkot karena supir yang ngerem mendadak, supir yang menabrak anak sekolah dan tadi pagi angkot 112 jurusan depok yang aku tumpangi hampir saja menyerempet angkot lain karena supirnya yang ngotot nyari setoran.. bukan hanya itu sang supir terkadang ngetem terlalu lama dan seenaknya, bahkan penumpang yang masih jauh di ujung sebrang masih juga di tunggu padahal belum tentu mereka ingin naik dan bagaimana nasib penumpang lain yang terburu buru.
Harusnya hal seperti ini juga menjadi pertimbangan pemerintah.. kenyamanan dan keselamatan penumpang seharusnya juga diprioritaskan. Kita Cuma bisa berharap agar pemerintah lebih peka dalam menghadapi masalah..